Minggu, 10 Februari 2019

Perubahan

Malam makin menunjukkan taringnya,
Semakin senyap dan melenyapkan hingga ku terngiang-ngiang isi dalam kepala yang sudah lama ingin kuutarakan atopun selatankan.
Ternyata, Segala hal bisa berubah tanpa diduga-duga ya.
Mungkin kita salah satunya.
Kuteringat percakapan pertama kita yang penuh dengan kecanggungan, namun kita tetap ingin melanjutkan mengobrol.
Hingga lama-kelamaan, satu ucapan yang uwuwuwuuu darimu ternyata bisa membuat hariku terasa jauh lebih…lengkap.
Lalu, mulailah aku menyetel nada dering khusus untukmu agar aku tahu itu pesan darimu. Aku mulai senang mengulang-ulang semua story sosial mediamu.
Sampai aku tak lagi peduli akan pola tidurku yang kacau ini, karena denganmu nyatanya berbincang hingga teramat malam, sangat jauuuuuuuuuuuuuuh lebih menyenangkan.
Ya begitulah, aku tak menganggap kamu sebagai orang lain lagi.
Tapi, segala hal bisa berubah tanpa diduga-duga. Walau tampaknya, tak ada sebab. Meski kelihatannya, waktu berlalu seperti biasa. Hingga tiba-tiba aja aku mulai masuk ke dalam sebuah fase yang mengerikan yaitu fase toleransi. Sendirian. Ya Sendirian :)
Aku mulai bertoleransi ketika kabarmu tak lagi sering menghampiriku.
Aku mulai bertoleransi ketika online mu tak lagi buat ku.
Aku mulai bertoleransi ketika ternyata kamu lebih aktif di tab story-mu dibanding tab chat WhatsApp-ku.
Aku mulai bertoleransi,
Karena aku tahu hidupmu bukan hanya tentang aku saja.
Hingga akhirnya, aku mulai sadar juga kalau euforiamu padaku berkurang.
Sementara, aku masih saja mau menunggu satu sapaan simpatik darimu.
Ya, segalanya bisa berubah tanpa diduga-duga.
Dari chat teratas jadi tenggelam.
Dari nada dering khusus jadi default.
Dari yang saling cari jadi saling hindar.
Dari senyum tulus jadi senyum basa-basi.
Dan akhirnya, berakhir kaku.
Entah mana yang lebih menakutkan dari semuanya.
Fakta bahwa kamu memang ingin pergi
dan tak akan kembali lagi,
ataukah
kemungkinan kamu akan kembali lagi
suatu saat nanti di saat aku
sudah berhasil melupakanmu?
Ah sudahlah, tak perlu lagi mengharapkan ekspetasi yang tinggi-tinggi nyatanya kamu sekarang memang benar-benar memutuskan untuk pergi .-. 💔
Semoga bahagia selalu menyertaimu :)



Karanganyar,
10 Februari 2019

I will really miss you ❤️


Jumat, 01 Februari 2019

Perjalananku

Dengan siapakah kamu merasa paling nyaman?
Dengan dia? dengan mereka?
Buatku pertanyaan yang terpenting adalah apakah kau sudah nyaman dengan dirimu sendiri.
Apakah kau sudah bisa menerima siapa dirimu sendiri.
Tak jarang hidup akan membawa ke tempat dimana semua orang akan menentangmu dimana semua orang akan meninggalkanmu
Jika kau hanya merasa nyaman saat ada orang lain dan tidak bisa merasa nyaman saat dirimu sendiri,
Lantas bagaimana jika saat harus berjuang sendiri itu tiba?
Apakah kamu harus meminta-minta mengemis untuk ditemani?
Apakah kamu harus memamerkan tangismu agar diperhatikan?
Yang pasti perjalanan ini mengajarkanku satu hal
"Dengan atau tanpa siapapun aku harus terus berjalan, aku harus terus berguna dan aku harus terus bisa menikmati hidupku". :)




Thanks
@aku_biru

Kamis, 01 November 2018

Entah

Kenapa semua ini harus terjadi
Keindahan yang tak pernah ku raih,
Walaupun seberapa keras aku berusaha tetap saja hanya kesalahan dan kepedihan yang hingga kini aku dapatkan.
Apakah aku salah dilahirkan di bumi ini?
Apa aku  salah kalau menginginkan dia yang sempurna nan indah?
Semoga saja segala sesuatu yang amat sangat memuakkan ini segera berlalu,
Dan semua yang kuharap indah pada waktunya semoga tidak hanya sebuah untaian kata belaka. :)

Kamis, 31 Mei 2018

Keraguan

Memang setiap hati memiliki kunci.
Mungkin kamu yang memiliki kunci itu untuk bisa membukanya.
Namun, bukan berarti kamu bisa dengan bebasnya masuk keluar membuka kemudian membantingnya.

Jika kamu ingin masuk, masuklah dengan mantap.
Jika kamu ingin keluar, keluarlah tanpa menoleh lagi.

Tapi tolonglah jangan kamu berdiri di tengah-tengah, lalu mengganggu orang lain yang ingin masuk.
Sama sepertimu yang tak kunjung memberi kepastian ketika pamitmu di kala itu.

Dan dengan bodohnya hingga kini aku masih saja terjebak di antara pilihan
"pergi hilang dan lupakan"
ataukah
"bertahan dan tetap menunggu".
Karena kuncinya hanya ada di kamu. :')

Minggu, 01 April 2018

Cerita Yang Belum Usai

Kembara angin malam mulai membuatku sadar
Serta desau semak belukar yang hampir merusak nalar

Kenapa tak lebih indah
Tatkala aku merapalmu dalam doa

Saat kata sudah tak bisa aku ungkapkan
Meskipun dengan kata cinta yang dalam sekalipun
Saat kata sudah tak bisa kurangkai merdu
Meskipun dengan lengkingan hati penuh peluh

Kamu adalah sesuatu yang takkan pernah bisa kuramu
Tapi selalu kurindu dalam kesunyian yang pilu :(

Kamis, 01 Maret 2018

Hari Ini

Aku hari ini adalah perlakuamu yang lalu.
Aku tidak akan menjadi apa-apa bahkan tidak akan seperti yang kamu harapkan.
Kenyataan akan membuatmu tau kenapa menjauhiku lalu meninggalkanku adalah pilihan yang tepat tanpa perlu mengetahui kenapa kenyataan itu terjadi. Semoga tidak sebelah mata dan menutupi nuranimu.

Aku hari ini adalah perlakuamu baru saja setelah membaca kata yang tersusun random ini.

Aku sengaja men-stalking social media mu hari ini, bukan karena rindu atau apa-apa perihal romansa tetapi melihatmu bersama orang lain yang (mungkin) kamu paksakan hatinya bersamamu.
Dan terlepas dari benar atau tidaknya semoga pilihanmu adalah benar sesuai ego dan masa depan yang kamu anggap benar selama ini.

Perihal ikhlas, sudah sekian lama aku melakukannya hanya saja aku takut kamu jatuh di orang yang salah. 

Kamis, 01 Februari 2018

Kembali Asing

Andai saja, Aku mengerti cara melupakan yang sebenarnya.
Dan saat itu kamu tidak pernah datang menawarkan kenyamanan padaku.
Saat ini pasti, Aku tidak perlu menahan "aku rindu" yang hanya berujung dalam hati.
Dan juga, pesan singkat sesederhana "lagi apa?" yang tidak perlu berakhir di draft pesanku.
Tapi nyatanya, Aku masih saja sibuk menata hati dan berkata tidak apa-apa.
Meski seringkali hati ini bergetar ketika mendengar namamu terngiang di telingaku.
Dan rasanya, Ingin sekali pergi ke tempat di mana kita tidak mungkin bertemu lagi.
Sebab, kita lebih baik kembali menjadi saling asing...sekali lagi. :")

Last

Perubahan