Semakin senyap dan melenyapkan hingga ku terngiang-ngiang isi dalam kepala yang sudah lama ingin kuutarakan atopun selatankan.
Ternyata, Segala hal bisa berubah tanpa diduga-duga ya.
Mungkin kita salah satunya.
Kuteringat percakapan pertama kita yang penuh dengan kecanggungan, namun kita tetap ingin melanjutkan mengobrol.
Hingga lama-kelamaan, satu ucapan yang uwuwuwuuu darimu ternyata bisa membuat hariku terasa jauh lebih…lengkap.
Lalu, mulailah aku menyetel nada dering khusus untukmu agar aku tahu itu pesan darimu. Aku mulai senang mengulang-ulang semua story sosial mediamu.
Sampai aku tak lagi peduli akan pola tidurku yang kacau ini, karena denganmu nyatanya berbincang hingga teramat malam, sangat jauuuuuuuuuuuuuuh lebih menyenangkan.
Ya begitulah, aku tak menganggap kamu sebagai orang lain lagi.
Tapi, segala hal bisa berubah tanpa diduga-duga. Walau tampaknya, tak ada sebab. Meski kelihatannya, waktu berlalu seperti biasa. Hingga tiba-tiba aja aku mulai masuk ke dalam sebuah fase yang mengerikan yaitu fase toleransi. Sendirian. Ya Sendirian :)
Aku mulai bertoleransi ketika kabarmu tak lagi sering menghampiriku.
Aku mulai bertoleransi ketika online mu tak lagi buat ku.
Aku mulai bertoleransi ketika ternyata kamu lebih aktif di tab story-mu dibanding tab chat WhatsApp-ku.
Aku mulai bertoleransi,
Karena aku tahu hidupmu bukan hanya tentang aku saja.
Hingga akhirnya, aku mulai sadar juga kalau euforiamu padaku berkurang.
Sementara, aku masih saja mau menunggu satu sapaan simpatik darimu.
Ya, segalanya bisa berubah tanpa diduga-duga.
Dari chat teratas jadi tenggelam.
Dari nada dering khusus jadi default.
Dari yang saling cari jadi saling hindar.
Dari senyum tulus jadi senyum basa-basi.
Dan akhirnya, berakhir kaku.
Entah mana yang lebih menakutkan dari semuanya.
Fakta bahwa kamu memang ingin pergi
dan tak akan kembali lagi,
ataukah
kemungkinan kamu akan kembali lagi
suatu saat nanti di saat aku
sudah berhasil melupakanmu?
Ah sudahlah, tak perlu lagi mengharapkan ekspetasi yang tinggi-tinggi nyatanya kamu sekarang memang benar-benar memutuskan untuk pergi .-. 💔
Semoga bahagia selalu menyertaimu :)
10 Februari 2019
I will really miss you ❤️

