Semakin lama, aku semakin takut karena bahwa (harapan) hari di mana kita (mungkin) akan bertemu dan (mungkin) kembali bersama itu kian terasa jauh dari nyata.
Betapa benci aku pada diriku sendiri,
Ketika aku sadar keadaan dan waktu menarikku jauh darimu, tapi merindukanmu aku masih selalu
Sedangkan kamu?
Mungkin mengingat aku pernah ada saja kamu lupa.
Sebenci-bencinya aku ditinggal olehmu, tetap saja rasa bahagia bila bersamamu masih menjadi sesuatu yang aku mau.
Entah sekarang disana kamu sedang berbuat apa dan dengan siapa, tapi bodohnya aku masih saja berdoa agar kamu bahagia. :)
Seharusnya aku sudah siap.
Dan mungkin seharusnya aku tak lupa untuk tidak terlalu cinta sebelum waktunya. Sehingga patah hati tak harus sesakit ini. Terlambat tak pernah semenyesal ini.
Menyesal?
Tidak, aku tidak menyesal karena pernah mencintaimu. Aku hanya sedikit kesal karena pernah percaya bahwa kamu juga merasakan hal yang sama waktu itu. :)
Jumat, 01 Desember 2017
Seharusnya aku siap
Label:
Story
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar