Tuhan memang baik.
Belakangan ini,
Aku dikasih kesempatan belajar banyak hal.
Belajar menerima, memaafkan, menghadapi, dan membodoamatkan sesuatu.
Kemudian lagu "Banda Neira" kuputar, aku selalu merasa untuk perlu bersendu setiap kali mendengar lagu-lagu tersebut kecuali malam ini.
Hari ini sudah memasuki hari pertama di tahun yang baru memang bukan hari yang sempurna, tapi harus kuakui sudah lama aku tidak merasa sepositif hari ini dan menikmati hari ini dengan penuh rasa syukur, semua terasa sangat melegakan.
Hari ini memang dimulai dengan cuaca yang tidak terlalu panas dan aku suka itu karena tidak terlalu kepanasan waktu keluar rumah.
Lalu, hari ini mungkin akan ditutup dengan tawa bersama teman lama yang sudah lama tidak berjumpa.
Beberapa hari ini, aku bertemu dengan orang-orang baru yang super menyenangkan. Memang, ada yang kecewa dan tidak menginginkan pertemuan berikutnya.
Tapi, ada yang dengan baik hatinya tetap ingin menjalin hubungan baik ini.
Dan apapun keputusan nya, aku pasti terima.
Sesungguhnya, ada satu hal yang cukup mengguncang pikiranku saat ini.
Waktu itu, mungkin aku pernah tidak mengerti, mengapa segalanya tidak pernah merasa cukup dan puas, mengapa dia tidak merasa keberatan ketika aku menawarkan berhenti dan mengapa aku merasa sangat-sangat-sangat terluka.
Dan saat ini aku dibuat paham hanya dengan sebuah kejadian saja.
Aku pernah mendengar orang berkata, "jangan menumbuhkan ekspetasi yang terlalu tinggi dan tidak perlu".
Aku ingin protes, tapi seberapa banyak pun sesuatu yang bisa mematahkan kalimat itu, aku tahu yang dikatakan itu benar.
Maka dari itu, aku belajar. Aku belajar untuk menuangkan segalanya dengan takaran yang sesuai,
Euforia, Rasa Penasaran, Keingintahuan, dan hal hal yang dulunya kuberikan secara berlebihan.
Hingga sekarang, apa yang selalu mampu membuatku merasa tersakiti, jadi terlepas begitu saja. Entah mengapa, secara berangsur hatiku mulai tentram dan tenang. Aku tidak akan mempertanyakan lagi mengapa dia begini atau merasa insecure karena dia begitu.
Aku mungkin akan menyimpulkan, akan selalu ada kesadaran yang tiba pada waktu yang tepat.
Sekalipun ia datang terlambat, namun ia tetap menyelamatkanku.
Aku merasa bertanggungjawab untuk berterima kasih kepada siapa saja yang berusaha untuk ada di sini, bersamaku, walaupun tahu setidaksempurnanya apa aku ini.
Terima kasih kepada yang mengajari arti jatuh hati dan kemudian mematahkan nya.
Terima kasih kepada yang pernah bersedia membantuku sembuh dari patah hati.
Terima kasih kepada yang mau membalas pesanku dan begitu peduli menanyakan ada apa meski jam 1 dini hari.
Terima kasih kepada yang tetap memilihku meskipun telah kuruntuhkan harapan terbesarnya.
Terima kasih semuanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar